Senin, 18 Juni 2012

Sejarah Piala Euro 1996




Data & Fakta

Untuk pertama kalinya Piala Eropa digelar di Inggris. Dan untuk pertama kalinya pula kompetisi ini lebih dikenal dengan nama Euro.

Ini juga kali pertama di mana 16 tim bertarung di putaran final. Sebelumnya, hanya delapan tim yang bertarung di putaran final.

Inggris yang dilatih Terry Venables difavoritkan menjadi juara setelah menaklukkan Belanda 4-1 di babak penyisihan grup. Tapi sayang, Jerman memupuskan harapan Negeri Ratu Elizabeth itu. Inggris pun harus mengakui kemenangan Der Panzer lewat adu penalti.

Di final. lawan Jerman adalah Republik Ceko yang untuk pertama kalinya tampil di Piala Eropa sejak berpisah dengan Slowakia. Ceko masuk final setelah mengalahkan Perancis.

Laga final yang berlangsung di Wembley berlangsung sengit. Kedua negara saling menyerang. Jerman tentunya tidak ingin dipermalukan lagi seperti final 1976.

Patrick Berger membuat Ceko unggul lewat titik putih di menit 56. Keunggulan itu tidak bertahan lama karena pemain pengganti Oliver Bierhoff berhasil menyamakan kedudukan pada menit 73.

Gol kedua Bierhoff atau yang lebih dikenal dengan Golden Goal di waktu extra time memupuskan harapan Ceko. Jerman akhirnya memenangi kejuaraan ini untuk pertama kalinya setelah bersatu sejak 1990.

Kontroversi

Paranormal Uri Geller menyatakan dirinya bertanggung jawab atas kegagalan penalti Gary McAllister saat Skotlandia melawan Inggris di penyisihan Grup A. Geller mengklaim dirinya memindahkan bola sesaat sebelum McAllister menendang bola.(Viva.co.id)

Sejarah Piala Euro 1992



Data & Fakta

Swedia menjadi tuan rumah turnamen yang digelar pada 10-26 Juni 1992 ini. Untuk pertama kalinya Uni Soviet tidak ada dalam daftar peserta Piala Eropa 1992.

Nama Uni Soviet diganti menjadi Commonwealth of Independent States atau Persemakmuran Negara-negara Merdeka disingkat CIS. Di Piala Eropa 1988 ini, untuk pertama kalinya pula Jerman tidak memakai nama Barat atau Timur setelah kedua pihak bersatu pada 1990.

Kejutan diletupkan Denmark di turnamen ini. Tim Dinamit yang tidak diunggulkan ternyata mampu membuat para penonton terhenyak. Berada di Grup B bersama tuan rumah Swedia, Inggris dan Perancis, di luar dugaan mereka mampu mengalahkan Perancis yang lebih diunggulkan.

Di semifinal, Denmark bertemu lawan berat yaitu Belanda, sang juara bertahan. Pertandingan berlangsung sengit dan harus ditentukan lewat adu penalti.

Kiper Denmark, Peter Schmeichel secara mengejutkan menahan tendangan penalti Marco van Basten. Dan Denmark pun lolos ke babak final.

Lawan Denmark di final adalah Jerman. Lagi-lagi di final Schmeichel tampil cemerlang dan tidak membiarkan Jerman menyarangkan bola ke gawangnya.

John Jensen dan Kim Vilfort mencetak gol untuk Denmark. Skor 2-0 bertahan hingga usai sehingga Denmark untuk pertama kalinya mencicipi Piala Eropa.

Kontroversi

Awalnya, Yugoslavia berhak lolos ke Piala Eropa 1992. Tapi, karena perang saudara yang sedang melanda negeri tersebut, Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB mendiskualifikasi Yugoslavia dari ajang tersebut. Denmark yang menjadi runner-up langsung dipilih untuk menggantikan Yugoslavia ke Piala Eropa 1992. Hebatnya, Denmark mampu menjadi juara.(Viva.co.id)

Sejarah Piala Euro 1988



Data & Fakta

Jerman Barat akhirnya dipilih oleh UEFA menjadi tuan rumah Piala Eropa 1988 pada 10- 25 Juni 1988. Perancis yang menjadi juara bertahan gagal lolos ke Piala Eropa.

Tim Jerman Barat yang diisi oleh talenta-talenta muda seperti Juergen Klinsmann, Juergen Kohler dan Thomas Berthold diharapkan bisa membawa Jerman Barat kembali menjadi tim yang ditakuti di Eropa.

Jerman sebagai tuan rumah berada di Grup A bersama Italia, Spanyol dan Denmark. Sedangkan Belanda, Uni Soviet, Irlandia dan Inggris berada di Grup B. Jerman Barat yang dimotori oleh Rudi Voeller menjadi juara Grup A dan Uni Soviet menjadi juara Grup B.

Di semifinal, Jerman Barat bertemu dengan Belanda. Unggul lebih dulu lewat gol penalti Lothar Matthaeus, mereka akhirnya kalah dari Belanda setelah Ronald Koeman dan Marco van Basten mencetak gol untuk membalikkan kedudukan menjadi 2-1.

Belanda maju ke final dan bertemu dengan Uni Soviet yang sebelumnya mengalahkan mereka di grup. Di final, Belanda yang dilatih oleh Rinus Michels memperlihatkan permainan sempurna yang dinamakan total football.

Dua gol Marco van Basten dan Ruud Gullit membawa Belanda memenangi Piala Eropa 1988. Hingga kini, itu menjadi satu-satunya trofi Belanda di kancah internasional.

Kontroversi

Uni Soviet, dengan paham komunisnya bersama dengan Jerman Timur bergabung di Blok Timur atau disebut dengan Blok Komunis. Karena alasan itu, mereka tidak setuju jika Berlin Barat ambil bagian di Piala Eropa 1988. Asosiasi Sepakbola Jerman Barat kemudian berjanji untuk tidak melibatkan stadion di Berlin Barat menjadi salah satu penyelenggara Piala Eropa 1988.(Viva.co.id)

Sejarah Piala Euro 1984



Data & Fakta

Perancis diberi kehormatan untuk menjadi tuan rumah Piala Eropa 1984 setelah sukses pada Piala Eropa 1960. Perancis berada di Grup A bersama Denmark yang untuk pertama kalinya tampil di kejuaraan Eropa, Belgia (finalis Piala Eropa 1980) dan Yugoslavia. Sedangkan Jerman Barat, Spanyol, Portugal dan Rumania berada di Grup B.

Michel Platini menjadi bintang di Piala Eropa 1984. Ia membawa Perancis menjuarai Grup A dan menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan. Denmark, di luar dugaan mampu mendampingi Perancis untuk lolos ke semifinal setelah menang atas Yugoslavia dan Belgia.

Jerman Barat yang tampil superior di Piala Eropa sebelumnya ternyata sangat mengecewakan di Perancis. Mereka hanya mampu berada di peringkat 3 dan tidak lolos grup. Spanyol dan Portugal yang berhak lolos dari Grup B.

Di semifinal, gol Platini di babak perpanjangan waktu membawa Perancis ke final dan bertemu dengan Spanyol yang lolos ke final setelah menang lewat adu penalti atas Denmark. Di final yang berlangsung di Stadion Parc des Princes, Perancis mengukuhkan diri sebagai juara lewat kemenangan 2-0 atas Spanyol. Ini merupakan kali pertama Perancis meraih trofi juara di tingkat Eropa.

Kontroversi

Setelah tampil mengecewakan, Federasi Sepakbola Jerman Barat memutuskan untuk memecat pelatih Jupp Derwall sesaat setelah mereka dinyatakan tidak lolos ke babak semifinal. Legenda tim nasional Jerman, Franz Beckenbauer dipilih untuk menggantikan Derwall.(Viva.co.id)