Tampilkan postingan dengan label Foot Ball. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foot Ball. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Real Madrid siap membeli Gareth Bale

Gareth Bale
Gareth Bale berhasil mendongkrak kinerja Tottenham Hotspur.

Real Madrid kembali dilaporkan siap membeli pemain sayap Tottenham Hotspur yang tengah meroket, Gareth Bale.

Niat Real tersebut disampaikan mantan presiden klub Madrid ini, Ramon Calderon, dalam wawancara dengan radio Inggris, talkSPORT.

"Saya kira Bale adalah pemain hebat. Ia salah satu pemain yang menjadi incaran banyak manajer. Kalau Anda manajer, Anda pasti ingin ia masuk ke tim Anda," kata Calderon.

Bale, pemain sayap berusia 23 tahun, dianggap menjadi salah satu faktor kunci di balik kinerja cemerlang Tottenham.

Dalam pertandingan melawan West Ham di Liga Primer Senin malam (25/02), Bale mencetak dua gol, salah satu di antaranya dicetak di menit terakhir, sekaligus memastikan kemenengan Spurs 3-2 atas West Ham.

Harga tinggi

Manajer West Ham, Sam Allardyce, mengatakan, "Kami dikalahkan oleh satu orang pemain: Gareth Bale."

Calderon mengungkapan Real akan membeli Bale pada periode transfer pertengahan tahun ini dan melihat situasi keuangan Real saat ini, harga tidak akan menjadi masalah.

"Benar bahwa kami telah mengeluarkan banyak uang untuk membeli pemain dalam empat tahun terakhir, namun masih ada dana (untuk membeli Bale)," kata Calderon.

"Tentu ada batas maksimal. Namun melihat keuangan kami yang sehat, saya yakin Real bisa membelinya," tegas Calderon.

Calderon memperkirakan nilai transfer Bale, rekan satu tim Theo Walcott di tim junior Southampton, akan sangat tinggi.

"Itu sudah hampir pasti karena ia memang pemain yang luar biasa bagus," katanya.
BBCIndonesia.com - detiksport

Manchester City meniru strategi Man United

Manchester City menerapkan strategi yang diterapkan Manchester United 15 tahun lalu dalam upaya menjadi salah satu klub terbesar di dunia.

Media di Inggris hari Rabu (27/02) memberitakan bahwa City tengah mencari mitra di tiga benua untuk menjadi mitra.

Beberapa negara yang tengah dipertimbangkan antara lain adalah Cina, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Model kerja sama masih dicari, tapi pada intinya adalah jajaran manajemen City ingin merek dan nama City makin terkenal dan dengan begitu diharapkan ada pemasukan dari berbagai perjanjian kerja sama dan sponsor.

Bila hal ini bisa dicapai, nama Manchester City nantinya sejajar dengan Real Madrid dan Manchester United.

Peraturan UEFA 

Manchester United 15 tahun lalu menerapkan strategi ini meski kemudian model tersebut dibatalkan.

City, yang dimiliki konsorsium Abu Dhabi United Group, tengah mencari dan merumuskan model bisnis baru setelah Persatuan Sepak Bola Eropa (UEFA) memberlakukan kebijakan keuangan baru (Financial Fair Play, FFP).

Dengan peraturan ini investor atau pemilik tidak bisa menggelontorkan uang seenaknya ke klub untuk menutup kerugian klub.

Dengan FFP ini klub sepak bola profesional tidak bisa lagi mengeluarkan dana melebihi penerimaan yang didapat.

Upaya mendongkrak penerimaan dengan memperluas sisi komersial diprioritaskan karena beberapa upaya di dalam negeri diperkirakan sulit.

Hal ini disebabkan jumlah pendukung City saat ini jauh lebih dikecil dibandingkan pendukung Liverpool, Arsenal, atau Manchester United. BBCIndonesia.com - detiksport

PSG ingin pasangkan Rooney dengan Ibrahimovic

Wayne Rooney
Kondisi fisik Rooney dianggap tidak sebagus beberapa musim lalu.

Klub Prancis Paris Saint-Germain (PSG) berencana membeli penyerang Manchester United, Wayne Rooney, di akhir musim 2012-2013.

Informasi yang dikumpulkan koran Inggris, The Times, menyebutkan PSG ingin mempertajam barisan penyerang dan Rooney telah diputuskan sebagai salah satu pemain yang akan dibeli.

Bila Rooney berhasil digaet, ia akan dipasangkan dengan mesin gol PSG asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic.

Menurut analisis The Times, Manchester United mungkin tidak akan keberatan melepas Rooney bila harga yang diajukan PSG cocok.

Apalagi Rooney sekarang sepertinya tidak lagi menempati posisi penyerang setelah Alex Ferguson membeli penyerang Arsenal, Robin van Persie, pertengahan tahun lalu.

Kondisi fisik dan mental
 
"Manchester United mungkin tidak akan langsung begitu saja menerima tawaran Pound 40 juta dari PSG," tulis The Times.

"Tapi United juga harus mempertimbangkan kenyataan bahwa Rooney telah menginjak usia 27 tahun dan kondisi fisik dan mentalnya dianggap tidak sebagus beberapa musim lalu," tambah The Times.

Gaji Rooney saat ini mencapai sekitar Pound 1 juta per bulan dan kontraknya akan selesai pada pertengahan 2015.

Bila United memutuskan mempertahankan Rooney, United besar kemungkinan harus mengeluarkan dana besar untuk memperpanjang kontrak.

Sebelum memutuskan mengincar Rooney, PSG disebut-sebut memilih pemain sayap Real Madrid, Cristiano Ronaldo, namun harga untuk membeli Ronaldo diperkirakan lebih mahal. http://sport.detik.com/

Senin, 11 Februari 2013

Kabar Sheva ke Mitra Kukar Terdengar Sampai Eropa

Football Italia, ESPN, dan Daily Mail sudah memberitakan hal ini.
 
VIVAbola - Rencana Mitra Kukar untuk memboyong Andriy Shevchenko ternyata sudah terdengar sampai ke Eropa. Tim berjuluk Naga Mekes itu memang sempat menyatakan keseriusan mereka untuk memboyong Sheva.

Eks striker AC Milan itu sebenarnya sudah memutuskan pensiun setelah membela Ukraina di Euro 2012. Kabar akan bergabungnya Sheva ke Mitra Kukar memang sedikit mengejutkan.

"Penyerang veteran ini telah pensiun bulan Juni setelah turnamen di Polandia dan Ukraina. Namun dia bisa melakoni comeback jika manajer Mitra Kukar, Ronni Fauzan bisa dipercaya," demikian seperti dilansir Football Italia.

"Striker 36 tahun ini mendapat kesempatan kembali dari masa pensiun untuk bermain di klub Indonesia Super League, sesuatu yang bisa menjadi kenyataan," lanjut pernyataan itu.

Bukan hanya Football Italia yang sudah memberitakan kabar ini. Kabar Sheva akan bermain di ISL juga ternyata diberitakan di Kyiv Post, ESPN dan Daily Mail.

Ambisi Mitra Kukar untuk mendapatkan Shevchenko dipastikan tidak akan mudah. Pasalnya, tim berjuluk Naga Mekes tersebut dikabarkan harus mengeluarkan Rp1 miliar per pertandingan untuk membayar Shevchenko. Peraih Ballon d'Or 2004 itu juga hanya ingin bermain lima pertandingan di Indonesia.

"Durasinya masih menjadi masalah. Sheva sendiri sudah menyatakan kesiapannya bila semua berjalan sesuai rencana. Kalau semua sudah klop, termasuk kontrak dengan Sheva, kemungkinan putaran dua dia bisa ada di Tenggarong," papar manajer Mitra Kukar, Ronni Fauzan beberapa waktu lalu.

Ferguson Sudah Jadi "Duri" Real Madrid Sejak 1983

Ferguson ketika itu masih 41 tahun dan belum terkenal.
VIVAbola - Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson sudah menjadi momok menakutkan bagi Real Madrid sejak 1983. Ketika itu, Ferguson yang masih menangani Aberdeen berhasil mengalahkan Madrid yang lebih difavoritkan di final Piala Winners.

Pada pertandingan yang berlangsung di Gothenburg, Swedia, 11 Mei 1983, Ferguson bukanlah nama yang populer ketika itu. Terlebih, Aberdeen merupakan klub Skotlandia satu kelas di bawah Glasgow Celtic dan Glasgow Rangers.

Ferguson ketika itu masih berusia 41 tahun dan belum mendapat gelar OBE, CBE dan Knight Bachelor. Tapi, Ferguson sudah akrab disapa Fergie dan terkenal dengan sikap temperamennya.

Madrid yang ketika itu dilatih Alfredo Di Stefano, lebih difavoritkan pada final melawan Aberdeen. Mengandalkan pemain-pemain seperti Jose Antonio Camacho, Ricardo Gallego, Uli Stielike, Juanito Gonzalez dan Carlos Santillana, Los Blancos pantas diunggulkan.

Tapi, di luar dugaan Madrid kalah 1-2 lewat babak tambahan melalui gol John Hewiit. Aberdeen unggul lebih dulu melalui gol Eric Black, sebelum Madrid menyamakan kedudukan melalui penalti Juanito.

"Akhirnya saya melakukan sesuatu yang berharga dalam hidup saya. Sekarang saya bisa mengatakan bahwa hidup saya sudah memiliki arti," ujar Ferguson usai mengalahkan Madrid seperti dilansir Marca.Kemenangan atas Madrid menjadi titik balik kesuksesan karier Ferguson. Tiga tahun kemudian, pada 6 November 1986, Ferguson ditunjuk sebagai pelatih MU menggantikan Ron Atkinson.

Sayang, dari empat pertemuan selanjutnya melawan Madrid, Ferguson hanya mampu meraih satu kemenangan. Terakhir, Ferguson meraih kemenangan 4-3 atas El Merengues pada leg 2 perempat final Liga Champions 2002/2003. (one)

Karier Mourinho di Madrid Tamat Jika Kalah dari MU

Manchester United akan lebih dulu menyambangi markas Real Madrid


VIVAbola - Legenda Manchester United, Paddy Crerand yakin Real Madrid akan memecat Jose Mourinho jika The Red Devils mampu menyingkirkan Los Blancos di babak 16 besar Champions League.
Klaim legenda Iblis Merah itu sangat beralasan. Pasalnya, trofi Champions League kini menjadi harga mati bagi The Only One setelah di pentas La Liga, Los Blancos tercecer dari rival abadinya, Barcelona. Paddy Crerand main untuk MU pada 1963-1971. Ia mencetak 10 gol dalam 304 pertandingan.

Duel Madrid kontra MU menjadi salah satu laga yang paling dinanti. Dua tim penuh bintang, dua manajer terbaik dan dua klub dengan fans terbesar menjadi alasannya duel ini akan berlangsung panas.
Namun, tekanan lebih tinggi tampaknya harus diterima Mourinho. "Saya rasa dia (Sir Alex Ferguson) dapat menyebabkan Jose Mourinho kehilangan pekerjaanya jika kami dapat menyingkirkan mereka," kata Crerand dilansir Soccerway.

Manchester United akan lebih dulu menyambangi markas Real Madrid, Santiago Bernabeu, pada Rabu 13 Februari 2013 sebelum akhirnya giliran menjamu Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan di Old Trafford, 5 Maret 2013. (ibk)

Kamis, 31 Januari 2013

Galatasaray Gaet Pemain Bintang Demi Popularitas di Video Game

Galatasaray - Pihak Galatasaray akhirnya buka-bukaan soal tujuan mereka menggaet Wesley Sneidjer dan Didier Drogba. Rupanya, bukan ingin mengejar prestasi, klub papan atas Turki itu semata-mata hanya ingi meraih popularitas dalam permainan video game. CEO galatasaray Lutfu Aribogan mengungkapkan, sebetulnya galatasaray sudah berada di posisi puncak liga Turki dan lolos di fase
16 besar Liga champions. Jadi sebenarnya tidak perlu menghamburkan uang untuk belanja pemain di musim dingin ini.



Tapi ana-anak sekarang hanya memakai Real Madird, Barcelona, Chelsea atau Manchester United di FIFA 13 dan PES2013. Saya ingin mengubah itu,"ungkapnya lagi. FIFA13 merupakan game sepak bola yang sangat popular saat ini. Bayangkan saja, dalam lima hari sejak pertama dirilis, game besutan EA Sport tersebut sudah terjual lebih dari 4,5 juta copy di seluruh dunia.

Dari fakta itu, Aribogan berpikir bahwa  melalui video game, Galatasaray punya peluang besar untuk bisa lebih terkenal di penjuru dunia. Yang nantinya juga akan berimbas kepada seluruh aspek termasuk pemasukan keuangan klub.

"Saya bertanya kepada anak saya yang masih berusia 13 tahun, Carlton, mengapa dia selalu menggunakan Madrid dan bukan Galatasaray. Dia lalu menjawab "Ayah, tidak ada yang ingin menjadi Milan Baros atu Umut Bulut". Jadi kami memutuskan mencari pemain yang diinginkan anak-anak seperti Sneidjer dan Drogba," jelas Aribogan dikutip Dirty Tackle, Rabu, 30 Januari 2013.

Minggu, 20 Januari 2013

Suarez Tak Berhenti Berbuat "Dosa" di Inggris

Musim lalu, tindakan rasial Luis Suarez diganjar hukuman berat


Luis Suarez (REUTERS/Phil Noble)
VIVAbola - Musim lalu, tindakan rasial Luis Suarez di pentas Premier League diganjar hukuman berat. Ternyata, musim ini, Suarez belum kapok.
Pemain internasional Uruguay itu bergabung ke Liverpool pada Januari 2011. The Reds berharap pemain bernama lengkap Luis Alberto Suarez Diaz itu bisa menjadi pengganti sepadan bagi Fernando Torres yang memilih hijrah ke Chelsea. Harapan Liverpool terhadap pemain kelahiran Salto, Uruguay itu tidak sia-sia.

Datang dengan nilai transfer £22.8 juta (sempat menjadi pembelian termahal Liverpool sebelum transfer Andy Carrol sebesar £35 juta), Suarez mampu menjadi mesin gol The Reds. Tidak butuh waktu lama bagi El Pistolero untuk beradaptasi dengan kerasnya Premier League.

Mantan pemain Groningen dan Ajax Amsterdam itu bahkan menyumbangkan satu gol kemenangan di debut bersama Liverpool pada 2 Februari 2011. Meski memulai laga dari bangku cadangan, Suarez mencetak gol kedua Liverpool saat menaklukkan Stoke City 2-0.

Selama dua tahun mengenakan kostum Liverpool, Suarez sukses membukukan 40 gol, 21 assist dari 81 pertandingan. Beberapa golnya bahkan dicetak melalui aksi fantastis striker kelas dunia. Salah satunya ketika dia membantu timnya bermain imbang 1-1 dengan Newcastle pada awal November 2012 lalu.

The Reds yang sempat tertinggal di penghujung babak pertama, mampu menyamakan kedudukan di menit 67 lewat gol cantik Suarez yang mampu mengontrol umpan panjang dari rekannya dengan dada. Selanjutnya, dia mengecoh kiper lawan sebelum menyontek bola ke gawang.

"Dia mencetak gol yang sulit dipercaya. Dia bisa mengontrol bola hasil umpan panjang dengan teknik yang dia miliki. Selanjutnya dia membawa bola dengan teknik berkelas untuk diceploskan ke gawang lawan," puji legenda Liverpool, Charlie Adam.

Namun, bersamaan dengan penampilan apiknya, Suarez juga kerap meramaikan berita di media massa dengan sejumlah aksi kontroversialnya. Sebab, dia kerap melakukan berbagai cara demi meraih keuntungan untuk timnya. Seperti melakukan diving dan mencetak gol dengan sentuhan tangan.

2 Aksi Kontroversial di Musim Ini
Sedikitnya, ada dua aksi kontroversial yang dilakukan Suarez sepanjang musim ini. Pertama terjadi saat Liverpool melawan Stoke City pada Oktober 2012 lalu. Dalam laga yang berkesudahan tanpa gol itu, Suarez dikritik karena dianggap melakukan diving.

Sempat bungkam beberapa bulan, Suarez akhirnya buka mulut dan mengakui aksi memalukan tersebut. "Saya dituduh curang dengan menjatuhkan diri. Saya membenarkan. Saya ingin memberikan kemenangan buat Liverpool. Namun, kemudian saya menyesalinya," ungkap Suarez.

Pengakuan 'dosa' striker asal Uruguay tersebut membuat kubu The Reds, terutama manajer Brendan Rodgers gusar. Mantan manajer Swansea City itu menilai Suarez telah melakukan kesalahan dan akan memanggilnya untuk berbicara empat mata.

"Itu sebuah kesalahan dan tidak bisa diterima. Saya harus bicara dengan Suarez serta mendiskusikannya secara internal," kata Rodgers dikutip Sky Sports. Rodgers pantas malu, sebab awalnya dia mati-matian membela Suarez sebelum pengakuan ini.

Sementara itu, dosa kedua Suarez terjadi pada Senin awal pekan lalu. Suarez menggunakan tangan sebelum mencetak gol sekaligus mengunci kemenangan 2-1 Liverpool atas klub nonliga, Mansfield Town dalam lanjutan babak ketiga Piala FA. Tapi, untuk kejadian yang satu ini dia enggan disalahkan.

Pemain 25 tahun itu menyatakan dalam kasus itu merupakan korban pemberitaan media massa yang terlalu membesarkan setiap masalah yang menimpanya. "Bola mengenai tangan saya secara tidak sengaja. Orang-orang lalu mengkritik karena saya kemudian mencium tangan saat merayakan gol," kata Suarez.

"Media selalu membesarkan masalah yang saya hadapi demi keuntungan mereka. Sekarang saya katakan, sebaiknya mereka lebih sering membahas soal sepakbola sepenuhnya dan bukan hal-hal lain di luar itu," keluh Suarez.

Namun, apapun itu, aksi kontroversial yang kerap dilakukan Suarez mendapat sorotan dari para lawan. Salah satunya dari Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson yang mengaku khawatir timnya bakal menjadi korban "aksi curang" Suarez jika kedua tim bersua.

"Saya pikir anak itu sarat dengan kontroversi. Saya tidak tahu apakah dia menikmatinya atau tidak. Tapi, ini sesuatu yang tidak kami inginkan terjadi pada kami," kata Ferguson.
Dari Gigit Pemain Hingga Aksi Rasis
Dua aksi kontroversial ini bukanlah yang pertama di sepanjang karier sepakbola Suarez. Saat masih membela Ajax Amsterdam, Suarez pernah menggigit bahu pemain PSV Eindhoven, Otman Bakkal saat kedua tim bersua pada 2010 silam. Komisi Disiplin Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) memutuskan untuk menskors Suarez dalam tujuh pertandingan.

Selain itu, Suarez juga menjadi musuh nomor satu publik Ghana setelah dengan sengaja menggagalkan bola yang hampir pasti masuk ke gawang Uruguay dengan tangannya di Piala Dunia 2010 lalu. Meski Suarez diusir wasit, Ghana gagal mencetak gol tambahan karena penalti striker Ghana, Asamoah Gyan membentur mistar.

Suarez tidak kapok untuk berulah. Pada laga Liverpool kontra Fulham pada Desember 2011 silam, Suarez mengacungkan jari tengah kepada publik Fulham yang memang meneriakinya sepanjang laga. Komite Disiplin FA dengan tegas menjatuhi Suarez sanksi larangan tampil satu laga plus denda £20.000.

Namun, dari kesemuanya, aksi kontroversial Suarez yang paling mengundang perhatian publik dan berbuah sanksi berat adalah ketika dianggap melakukan aksi rasisme terhadap bek MU, Patrice Evra dalam laga Liverpool kontra MU di Anfield, 15 Oktober 2011.

Evra mendapat ucapan rasis dari mantan pemain Ajax tersebut lebih dari 10 kali sepanjang laga berlangsung. Pada 20 Desember 2011, FA pun memutuskan Suarez bersalah dan dijatuhi larangan tampil pada delapan laga Liverpool, plus denda Rp559 juta.

Suarez pun menunjukkan kekecewaannya terhadap sanksi itu dengan tidak membalas ajakan jabat tangan Evra jelang laga MU kontra Liverpool pada 11 Februari 2012 lalu. Sikap tak terpuji Suarez dibalas rekan setim Evra, Rio Ferdinand yang menolak berjabat tangan dengan striker Uruguay itu.
Musim ini baru separuh jalan, dan Suarez kembali berulah. Tampaknya, El Pistolero akan terus menebar sensasi di Inggris. (one)

Rabu, 19 September 2012

Pemain Misterius yang Gajinya Melampaui Messi dan Ronaldo

Dario Leonardo Conca
Usia: 29
Klub: Guangzhou Evergrande (Cina)
Posisi: Gelandang Serang
Gelar: Chilean Primera Division (2005), Brasileiro Serie A (2010), Chinese Super League (2011)
Caps Timnas: 0





Ternyata ada pemain yang tidak begitu dikenal namun gajinya mengalahkan gaji dua superstar, Messi dan Ronaldo. Pemain itu adalah gelandang Guangzhou Evergrande, yakni Dario Conca.

Conca mendapatkan gaji 10,6 juta euro pertahunnya. Tercatat, angka ini melampaui penghasilan Messi (10,6 juta euro) dan Ronaldo (10 juta euro). Padahal, dari sisi perolehan gelar klub maupun pribadi, Conca jelas tak mampu menyamai keduanya.

Jangankan untuk menyamai prestasi Ronaldo dan Messi, yang notabene mengemban jabatan kapten tim nasional negaranya. Conca bahkan sama sekali belum mencatatkan caps bersama negaranya, Argentina.

Superstar yang Terlupakan

Sepanjang karier, Conca menunjukkan sifat nomaden. Meski hak kepemilikan dipegang River Plate, dia selalu dipinjamkan ke klub-klub Amerika Latin, seperti Rosario Central dan Vasco Da Gama.

Peruntungannya baru berubah pada 2008, kala usianya menginjak 25 tahun. River Plate kembali mengasingkannya ke Fluminese. Namun, tuah Conca justru berujung titel Libertadores untuk Fluminese.

Tak ayal, media Brasil pun menyematkan julukan "El Crack Ignorado " (Superstar yang Terlupakan). Prestasi tersebut membuat Guangzhou kepincut. Dia pun ditebus dengan mahar 10 juta dollar Amerika.

Tidak mudah merayu Conca untuk terlibat dalam proyek mercusuar Guangzhou. Alhasil, gaji sebesar 10,6 juta euro disiapkan untuk meluluhkan sang pemain.

Conca sempat terheran-heran melihat jumlah uang di lembaran kontraknya. "Aku tak pernah melihat begitu banyak angka nol (merujuk pada gajinya) dalam hidupku," tuturnya. (Anju)

Sumber: http://forum.viva.co.id/bola-dunia/513556-pemain-misterius-yang-gajinya-melampaui-messi-dan-ronaldo.html

Jumat, 01 Juni 2012

Real Madrid Kenalkan Kostum Anyar

Warna putih masih mendominasi kostum utama Iker Casillas cs.


Penyerang Real Madrid, Karim Benzema, dengan kostum 2012-13 (Realmadrid.com)

Real Madrid akhirnya mengumumkan kostum resmi mereka untuk musim 2012-13. Jersey anyar itu tetap mengusung tradisi panjang 'Los Blancos' serta ditambah sebuah logo pada lengan kiri untuk memperingati perayaan 110 tahun klub ibukota Spanyol itu.

Mengusung misi mempertahankan gelar La Liga dan merebut gelar Liga Champions kesepuluh pada musim depan, aroma kejayaan masa lalu ingin dihidupkan oleh pasukan Santiago Bernabeu.

Warna putih masih mendominasi kostum utama Iker Casillas cs yang dipadu oleh warna biru tua dan warna biru kehijauan (turquoise), membuat kontras pada baju tersebut terlihat tegas. Kerah berbentuk V melengkapi kostum yang terkesan retro itu.



Kostum tandang juga menggunakan bahan dan pola yang sama dengan kostum kandang. Warna biru tua menjadi pilihan utama yang dikombinasikan dengan warna kuning terang.


Kostum itu tetap disponsori oleh Adidas dengan menggunakan teknologi Climacool. Bahan khusus itu bisa membuat para pemain mengatur suhu tubuh mereka saat berlaga.


Penjualan kostum adalah salah satu andalan Madrid dalam mendulang keuntungan. Berjejernya nama-nama besar macam Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Mesut Ozil, sampai Sergio Ramos membuat kostum berwarna putih itu selalu jadi incaran.


• VIVAbola

Selasa, 15 Mei 2012

Pukul Mallorca, Real Madrid Ukir Rekor 100 Poin

Kemenangan 4-1 atas Mallorca di jornada pamungkas memastikan Madrid mencatat rekor baru untuk koleksi poin dalam semusim La Liga.

Karim Benzema anota en Real Madrid vs Mallorca

Real Madrid menyudahi Primera Liga Spanyol 2011/12 dengan torehan tinta emas. Kemenangan telak 4-1 atas Mallorca, Senin (14/5) dinihari WIB, mengantar Los Merengues, yang telah memastikan titel sejak dua pekan lalu, mengumpulkan total 100 poin dalam semusim.

Pencapaian tersebut merupakan sebuah rekor anyar sepanjang sejarah La Liga, mematahkan catatan milik Barcelona, seteru abadi Madrid, pada temporada 2009/10 dengan koleksi nilai 99.

Playmaker Mesut Ozil melesakkan dua gol buat tuan rumah dalam pertandingan di Santiago Bernabeu ini, sementara sisanya disumbangkan masing-masing oleh Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. Gol Mallorca, yang sempat menjadikan skor 3-1, tercatat atas nama Chory Castro.

Jalannya pertandingan:

Menggeber serangan sejak kick-off, Madrid langsung menggetarkan jala kawalan Dudu Aouate melalui penyelesaian Gonzalo Higuain menyambut umpan silang Ozil baru beberapa menit laga berjalan, namun gol tersebut dianulir lantaran Higuain lebih dulu terjebak off-side.

Namun demikian, dengan tekanan tiada henti, gol bagi Los Blancos tampaknya tinggal menunggu waktu. Setelah sempat melakukan dua penyelamatan bagus terhadap peluang Sami Khedira dan Karim Benzema, Aouate akhirnya takluk di menit ke-19.

Umpan silang Alvaro Arbeloa yang terlalu deras diambil Marcelo, yang kemudian mengirim bola ke dalam kotak penalti dan disambut tandukan Cristiano Ronaldo merobek jala Mallorca.

Hanya empat menit berselang, skor berubah menjadi 2-0. Alur serangan yang dibangun rapi lewat rangkaian operan terukur berujung dengan sodoran Higuain kepada Benzema, yang dengan dingin menyarangkan bola ke sudut bawah gawang.

Beberapa saat usai turun minum, tim tamu memperoleh peluang menipiskan ketertinggalan lewat aksi individu Tomas Pina melewati barisan pertahanan Madrid. Sayang, tembakan sang gelandang terlalu mudah diantisipasi Iker Casillas.

Tak lama kemudian, Madrid berhasil menambah angka. Menerima umpan Higuain, Ozil melesakkan gol cantik lewat tendangan chip melewati Aouate yang harus rela memungut bola dari dalam gawang untuk kali ketiga.

Bagaimanapun, Mallorca dapat membalas sekali melalui upaya Castro menyambut assist Victor Casadesus pada menit ke-52.

Namun kedudukan 3-1 juga tak bertahan lama. Ozil membukukan gol keduanya dalam pertandingan ini dengan memaksimalkan umpan kiriman Marcelo.

Di waktu tersisa, Los Merengues beberapa kali mengkreasikan peluang untuk kian memperlebar keunggulan, namun tak satu pun yang berbuah gol kelima. Skor 4-1 akhirnya menjadi penutup.

Dengan kekalahan ini, Mallorca yang sebelum laga menempati urutan enam, batas akhir zona Liga Europa, harus pasrah terlempar ke posisi delapan dan tak akan berkiprah di Benua Biru musim depan.

Real Madrid - RCD Mallorca Laporan Pertandingan

Jose Mourinho Yakin Real Madrid Segera Juara Liga Champions

Pelatih berkebangsaan Portugal optimistis Los Blancos akan segera mengangkat trofi ke-10 di Liga Champions.


Jose Mourinho, Real Madrid

Di bawah asuhan Jose Mourinho, Real Madrid dua kali tereliminasi di semi-final Liga Champions. Namun, The Special One menegaskan Los Blancos segera memenangi trofi paling bergengsi di kejuaraan antarklub Eropa tersebut, paling lambat 2014 mendatang.

"Saya diberkahi Tuhan dengan Liga Champions meski gagal di beberapa semi-final. Saya sudah memenanginya dua kali. Beberapa pemain di sini tak pernah memenanginya dan Madrid membidik trofi ke-10 mereka," kata Mourinho penuh percaya diri.

"Tapi kami tidak terobsesi: Jika kami terus melakukan hal yang sama seperti saat mencapai dua semi-final, gelar itu akan datang dalam satu atau dua tahun ke depan."

"Obsesi tidak membantu, tapi mimpi akan membantu kami meraih gelar tersebut," Mourinho menambahkan.

Sebagian besar punggawa Los Galacticos kini mengalihkan fokus ke Piala Eropa 2012, namun eks pelatih Porto, Chelsea dan Inter Milan menegaskan dia siap mengarungi musim baru.

"Kami akan mengakhisi selebrasi hari ini, pemain akan fokus ke Euro dan saya akan mulai memikirkan musim depan karena Anda tak bisa istirahat lama ketika berada di Madrid. Anda harus selalu memikirkan masa depan," pungkas pelatih yang memberikan treble winners kepada Inter dua tahun lalu.

Sir Alex Ferguson: Manchester United Tidak Akan Tiru Manchester City!

Sir Alex Ferguson menegaskan Manchester United tidak akan belanja gila-gilaan di bursa transfer seperti Manchester City.


Sir Alex Ferguson ,Roberto Mancini

Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson menegaskan pihaknya tidak akan meniru Manchester City usai United kehilangan gelar Liga Primer Inggris dari rival sekota mereka tersebut.

Ferguson menyatakan United akan tetap mengandalkan investasi pemain-pemain muda daripada harus panik dan belanja pemain secara gila-gilaan seperti yang dilakukan oleh City.

"Kami investasi dalam pemain muda. Itulah kelebihan kami, kami tidak seperti klub lain yang dapat memboyong pemain yang sudah jadi. Kami tahu City akan kembali berbelanja, mengeluarkan uang dengan bodoh, membayar gaji dengan konyol dan semua itu," ujar Ferguson.

"Kami tidak dapat melakukan apapun terkait hal tersebut. Kami konsentrasi pada apa yang dapat kami lakukan dengan memboyong pemain dengan alasan yang tepat.

"Kami investasi pada pemain yang akan bersama klub dalam waktu yang lama, pemain yang akan menciptakan karakter untuk klub, pemain yang membuat fans gembira dan kami sangat bangga dengan hal tersebut dan kami akan tetap melakukannya."

Sir Alex meyakini investasi United pada pemain-pemain seperti Chris Smalling, Phil Jones dan Javier Hernandez akan terbayar.

"Kami bagus dalam hal tersebut. Jika anda bagus dalam suatu hal maka anda harus tetap melakukannya. Kami juga memiliki pemain berpengalaman dalam tim," ujar Ferguson.

"Rio berusia 33 tahun tetapi setelah itu kami tidak memiliki masalah. Jadi, ya kami ingin menambah pemain ke dalam skuad dan itu adalah proses, kami telah membidik beberapa pemain."

"Dan kami ingin memastikan bahwa evolusi akan terus berlanjut di United, karena kami selalu membicarakan membuat sebuah tim baru karena saya berada di sini selama 25 tahun dan saya harus menetapkan standar untuk dapat terus bersaing."

"Kami tidak selalu memenangkan liga tetapi kami selalu harus berada di sekitar sana."

Kamis, 03 Mei 2012

'El Real' Juara, Kota Madrid Berpesta

Madrid mengunci gelar La Liga ke-32 usai mengalahkan Athletic Bilbao.

Jose Mourinho berpose dalam perjalanan ke Madrid (Realmadrid.com)

Sukses Real Madrid merebut gelar La Liga musim 2011-12 disambut meriah oleh suporter sejati mereka. Tidak hanya memenuhi Plaza de Cibeles, air mancur yang jadi ikon kota Madrid, para Madridistas sudah menyambut kedatangan para pahlawan 'Los Blancos' di bandar udara Barajas.

Madrid mengunci gelar La Liga ke-32 mereka seusai mengalahkan Athletic Bilbao 3-0 di San Mames, Rabu 2 Mei 2012. Kegembiraan langsung dirasakan para pemain. Dari foto yang diunggah di situs resmi Madrid, Pepe, Sergio Ramos, Mesut Oezil, Marcelo dan Sami Khedira langsung berpesta di ruang ganti.


Tidak sampai di situ saja, saat dalam perjalanan pulang ke Madrid para pemain melantunkan lagu 'We Are The Champions' sambil berjoget-joget. Kemeriahan itu menciptakan atmosfer spesial di atas pesawat.


Ternyata saat sampai bandara Barajas, CR7 cs sudah ditunggu oleh ratusan suporter setia 'Los Merengues'. Mereka menanti untuk mengambil gambar, meminta tanda tangan atau sekedar memberikan nyanyian khas suporter Santiago Bernabeu sambil membentangkan spanduk bertuliskan 'Campeones'.


Meski perayaan resmi atas keberhasilan itu baru digelar pada Kamis malam waktu setempat, 3 Mei 2012 atau Jumat dini hari WIB, di Plaza de Cibeles, kabarnya 6.000 suporter sudah memadati lokasi ikonik tersebut sesaat usai laga di San Mames selesai.

Akhirnya tahun ini Sang Dewi yang menjadi patung di air mancur tersebut, akan kembali dilingkarkan syal Madrid oleh Iker Casillas. "Di sekitar air mancur Cibeles akan dipasang layar besar," janji dalam situs Madrid untuk memberikan pelayanan lebih untuk suporter yang merayakan keberhasilan tersebut. (one)

Selasa, 10 April 2012

Real Madrid C.F.


Real Madrid Club de Fútbol (pelafalan dalam bahasa Spanyol: [reˈal maˈðɾið ˈkluβ ðe ˈfutβol]), atau biasa dikenal dengan nama Real Madrid saja, adalah sebuah klub sepak bola profesional yang berbasis di kota Madrid, Spanyol. Didirikan pada 6 Maret 1902 dengan nama Madrid Club de Fútbol, tim ini menggunakan gelar Real ("dari kerajaan") setelah Raja Alfonso XIII dari Spanyol memberikan izin resmi kepada klub tersebut pada Juni 1920. Real Madrid telah bermain di Divisi Utama Liga Spanyol (Primera División) yang disebut sebagai La Liga sejak awal kompetisi ini dimulai, tahun 1928, dan merupakan klub tersukses di Spanyol berdasarkan jumlah trofi juara yang telah mereka raih.[2] Bersama FC Barcelona dan Athletic Bilbao, klub ini menjadi salah satu klub yang belum pernah terdegradasi ke divisi bawah. Klub ini juga merupakan salah satu klub terbaik abad ke-20 menurut FIFA. Mereka telah meraih 31 gelar La Liga, 18 gelar Copa del Rey, 8 Piala Super Spanyol, 9 gelar Piala Champions/Liga Champions UEFA, 2 Piala UEFA, 1 Piala Super Eropa, dan 3 Piala Interkontinental.

Kostum tradisional Real Madrid adalah putih-putih, sehingga dijuluki Los merengues (Tim putih). Stadion kandangnya adalah Stadion Santiago Bernabéu yang berkapasitas 80.354 penonton. Real Madrid sendiri memiliki rivalitas cukup sengit terutama dengan Barcelona (dikenal sebagai El Clásico) dan klub sekota Atletico Madrid (dikenal sebagai El Derbi madrileño).

Sejak tahun 2000-an, Real Madrid dikenal sebagai tim yang gemar membeli pemain-pemain mahal berkelas dunia, sehingga diberikan julukan baru, yaitu Los Galácticos (tim galaksi). Klub ini juga dikenal sebagai salah satu klub terkaya di dunia, dengan penghasilan sebesar 438,6 juta Euro pada tahun 2011.

Sejarah
Awal mula (1902—1945)


Foto bersejarah Real Madrid pada musim 1905—1906.

Awal mula Real Madrid dimulai saat sepak bola diperkenalkan ke Madrid oleh para akademisi dan mahasiswa dari Institución libre de enseñanza yang di dalamnya termasuk beberapa lulusan dari Universitas Oxford dan Universitas Cambridge. Mereka mendirikan Football Club Sky pada 1897 yang kemudian kerap bermain sepak bola secara rutin pada hari Minggu pagi di Moncloa. Klub ini kemudian terpecah menjadi dua pada tahun 1900, yaitu: New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid.Klub terakhir terpecah lagi pada tahun 1902 yang kemudian menghasilkan pembentukan Madrid Football Club pada tanggal 6 Maret 1902. Tiga tahun setelah berdirinya, pada tahun 1905, Madrid FC merebut gelar pertama setelah mengalahkan Athletic Bilbao pada final Copa del Rey. Klub ini menjadi salah satu anggota pendiri dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol pada 4 Januari 1909 ketika presiden klub Adolfo Meléndez menandatangani perjanjian dasar pendirian Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol. Dengan beberapa alasan, klub ini kemudian pindah ke Campo de O'Donnell pada tahun 1912. Pada tahun 1920, nama klub diubah menjadi Real Madrid setelah Alfonso XIII dari Spanyol memperbolehkan klub menggunakan kata Real—yang berarti kerajaan—kepada klub ini.

Pada tahun 1929, Liga Spanyol didirikan. Real Madrid memimpin musim pertama liga sampai pertandingan terakhir, namun saat itu secara mengejutkan mereka kalah oleh Athletic Bilbao yang menyebabkan gelar yang sudah hampir pasti diraih, direbut oleh Barcelona.[8] Real Madrid akhirnya berhasil memenangkan gelar La Liga pertama mereka pada musim 1931—32. Real kemudian berhasil mempertahankan gelarnya pada tahun selanjutnya dan sukses menjadi klub Spanyol pertama yang menjuarai La Liga dua kali berturut-turut.

Era Santiago Bernabeu dan kesuksesan di Eropa (1945—1978)


Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943.[10][11] Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.[12]

Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L'Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini.[13] Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960.[12] Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA.[14] Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa.[15] Tim ini kemudian dikenal lewat julukan "Ye-ye". Nama "Ye-ye" berasal dari "Yeah, yeah, yeah" chorus dalam lagu The Beatles berjudul "She Loves You" setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi "Ye-ye" juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.[15]

Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol.[16] Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea.[17] Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung.[18] Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.

Naik turun, generasi Quinta del Buitre, dan Piala Eropa ketujuh (1980—2000)

Pada awal 1980-an, Real Madrid seperti kehilangan cengkeramannya di La Liga dan mereka membutuhkan waktu beberapa tahun untuk bisa kembali lagi menuju ke atas melalui bantuan beberapa bintang baru. Keberhasilan para bintang baru tersebut kemudian disebut oleh jurnalis olahraga Spanyol sebagai era generasi La Quinta del Buitre ("Lima Burung Nazar"), yang berasal dari nama el buitre ("burung nazar"), julukan yang diberikan kepada salah satu pemain Madrid saat itu, Emilio Butragueño. Anggota lainnya adalah Manuel Sanchís, Rafael Martín Vázquez, Miguel Pardeza, dan Míchel. Dengan La Quinta del Buitre (kemudian berkurang menjadi empat anggota ketika Miguel Pardeza meninggalkan klub dan pindah ke Real Zaragoza pada 1986) dan pemain terkenal seperti penjaga gawang Francisco Buyo, bek kanan Miguel Porlán Chendo, dan penyerang Meksiko Hugo Sanchez, Real Madrid berhasil bangkit dan memiliki kekuatan terbaik di daratan Spanyol dan Eropa pada paruh kedua tahun 1980-an. Hasilnya juga cukup signifikan: mereka berhasil memenangkan dua Piala UEFA, lima gelar Liga Spanyol berturut-turut, satu Piala Spanyol, dan tiga Piala Super Spanyol. Pada awal 1990-an, La Quinta del Buitre resmi berpisah setelah Rafael Martín Vázquez, Emilio Butragueno, dan Míchel meninggalkan klub.

Pada tahun 1996, Presiden Lorenzo Sanz menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih. Meskipun masa jabatannya hanya berlangsung satu musim, Real Madrid berhasil menjadi juara La Liga lewat kontribusi Roberto Carlos, Predrag Mijatović, Davor Å uker, dan Clarence Seedorf yang membantu para pemain lokal seperti Raul Gonzalez, Fernando Hierro, Iván Zamorano, dan Fernando Redondo. Real Madrid kemudian menambah amunisi dengan kedatangan Fernando Morientes pada tahun 1997. Penantian mereka selama 32 tahun untuk bisa berjaya lagi di Eropa akhirnya berakhir pada tahun 1998 di bawah manajer Jupp Heynckes saat berhasil lolos ke Final Liga Champions UEFA dan mengalahkan Juventus dengan skor 1–0 berkat gol dari Predrag Mijatović.

Era saat ini (2000—sekarang)

Beberapa bulan usai meraih gelar Eropa kedelapannya, Real Madrid memilih presiden yang baru pada Juli 2000 dan yang terpilih adalah pengusaha Spanyol, Florentino Pérez.[19] Dalam kampanyenya ia berjanji untuk menghapus utang klub dan memodernisasi fasilitas klub. Namun janji utamanya yang mendorong Pérez kepada kemenangan saat pemilihan adalah pembelian Luís Figo dari seteru abadi Madrid, yaitu Barcelona.[20] Tahun berikutnya, klub membangun kamp pelatihan yang baru dan menggunakan uang yang mereka dapat dari tahun sebelumnya untuk memulai perekrutan pemain bintang—yang oleh jurnalis Spanyol disebut sebagai "Los Galácticos"—dengan mengontrak pemain-pemain seperti Zinédine Zidane, Ronaldo, Luís Figo, Roberto Carlos, Raúl González, dan David Beckham. Sempat menjadi perdebatan ketika pemain-pemain yang dibeli oleh Perez gagal menunjang prestasi klub, namun berhasil tertutupi oleh gelar Liga Champions kesembilan Madrid pada tahun 2002 yang disusul gelar Piala Interkontinental pada tahun yang sama dan diakhiri gelar La Liga pada tahun 2003. Namun sejak 2003 sampai 2006, sekalipun diisi barisan pemain bintang, klub gagal meraih satupun piala.[21]

Ramón Calderón kemudian terpilih sebagai presiden klub pada 2 Juli 2006 dan kemudian ia mengangkat Fabio Capello sebagai pelatih baru dan Predrag Mijatović sebagai direktur sepak bola yang baru. Real Madrid memenangkan gelar La Liga pada tahun 2007 untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Tetapi hanya beberapa saat usai memenangi gelar tersebut, Capello langsung dipecat.[22] Pada musim 2007—2008, Real Madrid memenangkan liga domestik ke-31 kalinya di bawah asuhan pelatih Jerman, Bernd Schuster.[23] Pada tanggal 1 Juni 2009, Florentino Pérez kembali menjadi presiden Real Madrid dan bertahan sampai saat ini.[24][25] Pérez melanjutkan tradisinya mengontrak pemain bintang dengan membeli Kaká dari AC Milan[26] dan kemudian membeli Cristiano Ronaldo dari Manchester United yang memecahkan rekor transfer dengan harga 80 juta pound sterling.

Serba-serbi
Lambang dan kostum


Lambang klub pertama Real Madrid adalah desain sederhana dengan sebuah jalinan dekoratif dan tiga huruf kapital yang dituliskan sebagai "MCF" yang merupakan singkatan dari Madrid Club de Futbol yang dibalut warna biru gelap dalam kostum warna putih. Perubahan pertama lambang klub terjadi pada tahun 1908, ketika mereka mengadopsi bentuk yang lebih ramping dan penempatan huruf inisial klub di dalam lingkaran.[27] Perubahan berikutnya dari logo kemudian tidak terjadi sampai Pedro Parages menjadi presiden klub pada tahun 1920. Pada saat itu, Raja Alfonso XIII memberikan nama tambahan bagi Madrid, yaitu "Real" yang diterjemahkan secara bebas sebagai "Kerajaan" yang kemudian membuat klub dikenal dengan nama "Real Madrid".[28] Sebagai perubahannya, mahkota simbol kerajaan dari Alfonso ditambahkan ke bagian atas logo dan kemudian menjadi gaya tersendiri dari klub Real Madrid Club de Futbol.[27] Seiring pembubaran monarki pada tahun 1931, semua simbol-simbol kerajaan (mahkota di bagian atas logo dan kata-kata Real) dihilangkan. Mahkota kemudian digantikan oleh strip murbei gelap yang mencirikan Region Castile.[9] Pada tahun 1941—dua tahun setelah berakhirnya Perang Saudara Spanyol—simbol dan tulisan "Corona Real" atau "Royal Crown" yang sempat dihilangkan, dipulihkan dan dipadukan dengan garis murbei Castile.[11] Selain itu di bagian atas logo juga dibuat penuh warna, dengan warna emas yang paling signifikan, dan klub ini kembali disebut Real Madrid Club de Futbol.[27] Modifikasi terbaru di bagian atas logo terjadi pada tahun 2001 ketika klub ingin lebih menonjolan citra untuk abad ke-21 dengan menstandarkan bagian atas logonya. Salah satu modifikasi yang dilakukan adalah mengubah garis murbei biru tua dengan warna biru yang agak cerah.

Warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan kandang adalah putih, meskipun awalnya mengadopsi garis miring biru di kaus mereka (desain itu disimpan di logo klub), tetapi sekarang ini desain tersebut tidak dipakai lagi. Kaus kaki pertama yang dipakai berwarna biru gelap.[8][29] Kaus bergaris biru kemudian digantikan oleh kaus polos berwarna putih yang mengadopsi model dari klub Corinthian F.C. pada tahun 1902.[30] Pada tahun yang sama, kaus kaki biru diganti dengan warna hitam. Pada awal 1940-an, manajemen tim mengganti model kostum mereka dengan menambahkan kancing pada kaus mereka dan penempatan logo klub di sebelah kiri yang bertahan sampai saat ini. Pada 23 November 1947, dalam pertandingan melawan Atletico Madrid di Stadion Metropolitan, Real Madrid menjadi tim Spanyol pertama yang mengenakan kaus bernomor.[11] Sementara, warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan tandang adalah hitam atau terkadang ungu.

Perlengkapan klub saat ini diproduksi oleh Adidas yang kontraknya dimulai sejak tahun 1998.[31][32] Kaus pertama Real Madrid disponsori oleh Zanussi, yang disepakati untuk musim 1982—1983, 1983—1984, dan 1984—1985. Setelah itu, Real Madrid disponsori oleh Parmalat dan Otaysa, sebelum kontrak jangka panjang dijalin bersama Teka pada tahun 1992.[33][34] Pada tahun 2001, Real Madrid mengakhiri kontrak mereka dengan Teka dan untuk satu musim digunakan logo Realmadrid.com untuk mempromosikan situs web resmi klub. Kemudian, pada tahun 2002, mereka megadakan kesepakatan yang ditandatangani dengan Siemens Mobile dan pada tahun 2006, logo BenQ Siemens muncul di kaus klub.[35] Sponsor di kaus klub Real Madrid saat ini adalah bwin.com menyusul masalah keuangan yang dialami BenQ Siemens.


Stadion

Setelah pindah kandang ke Campo de O'Donnell pada tahun 1912—yang kemudian bertahan untuk sebelas tahun—[6] klub kemudian pindah kandang ke Campo de Ciudad Lineal selama setahun. Campo de Ciudad Lineal merupakan sebuah tanah kecil dengan kapasitas 8.000 penonton. Setelah itu, Real Madrid pindah kandang ke Stadion Chamartín yang diresmikan pada tanggal 17 Mei 1923 dengan pertandingan melawan Newcastle United.[38] Pada stadion yang memiliki kapasitas 22.500 penonton ini, Real Madrid merayakan gelar Liga Spanyol-nya yang pertama.[8] Setelah beberapa keberhasilan dan seiring terpilihnya Santiago Bernabéu Yeste sebagai presiden klub, ia kemudian memutuskan bahwa Stadion Chamartín tidak cukup besar untuk ambisi klub sebesar Madrid. Ia kemudian membangun sebuah stadion baru yang kemudian diresmikan pada tanggal 14 Desember 1947.[11][39] Stadion tersebut adalah Stadion Santiago Bernabéu yang dipakai sampai saat ini, meskipun stadion ini tidak memakai nama tersebut sampai tahun 1955.[12] Pertandingan pertama yang diadakan di Bernabéu dimainkan antara Real Madrid dan klub Portugal C.F. Os Belenenses, dan dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor akhir 3–1, dan gol pertama dicetak oleh Sabino Barinaga Alberdi.[11]

Kapasitas stadion kemudian berubah pada 1953, seiring renovasi yang dilakukan, sehingga membuat kapasitas penonton memuncak menjadi 120.000 penonton.[40][41] Sejak itu beberapa modernisasi dilakukan pada stadion, salah satunya meniadakan tempat menonton berdiri pada 1998–1999 seiring peraturan UEFA.[40] Perubahan terakhir dilakukan pada tahun 2003, yaitu peningkatan sekitar lima ribu kursi sehingga kapasitas stadion menjadi 81.254. Sebuah rencana untuk menambahkan atap yang dapat dibuka juga telah diumumkan kepada publik.[42]

Stadion Bernabéu telah menyelenggarakan beberapa pertandingan kelas dunia, di antaranya Final Piala Negara Eropa 1964, Final Piala Dunia FIFA 1982, serta Final Piala Eropa/Liga Champions UEFA tahun 1957, 1969, 1980, dan 2010.[43] Stadion ini juga memiliki jaringan transportasi sendiri, yaitu sebuah stasiun metro yang juga dinamai Santiago Bernabéu.[44] Pada tanggal 14 November 2007, Stadion Bernabéu mendapatkan status sebagai Stadion Elite UEFA.[45]

Pada tanggal 9 Mei 2006, Stadion Alfredo Di Stéfano diresmikan di Madrid di mana Real Madrid kini biasa berlatih. Pertandingan perdana yang dimainkan di sana adalah antara Real Madrid dan Stade de Reims, sebuah pertandingan ulangan dari Final Piala Eropa 1956. Real Madrid memenangkan pertandingan dengan skor 6–1 dengan gol dari Sergio Ramos, Antonio Cassano (2), Roberto Soldado (2), dan José Manuel Jurado. Tempat ini sekarang merupakan bagian dari Ciudad Real Madrid, fasilitas pelatihan baru klub yang berlokasi di luar Madrid, tepatnya di Valdebebas. Stadion ini menampung 5.000 orang, dan menjadi kandang dari klub Real Madrid Castilla. Nama stadion ini diambil dari mantan bintang Real Madrid, Alfredo Di Stéfano.

Pendukung

Hampir pada setiap musimnya, penonton yang datang memenuhi Stadion Santiago Bernabéu mayoritas diisi oleh para pemegang tiket langganan yang jumlah totalnya sekitar 68.670 orang.[47] Untuk menjadi pemegang tiket langganan per musim ini, para calon harus bergabung ke pendukung klub resmi atau biasa disebut socio. Saat ini sekurang-kurangnya ada 1.800 kelompok pendukung resmi klub yang tersebar, baik di Spanyol atau di Dunia. Jumlah rata-rata penonton di stadion setiap kali Real Madrid bertanding kandang sekitar 65.000 orang. Pencapaian terbaik diraih pada musim 2004—05, saat jumlah rata-rata penonton yang hadir mencapai 71.900 orang. Namun, rekor ini kalah dari Barcelona yang memiliki rata-rata mencapai 76.000 orang.
Pendukung garis keras Real Madrid disebut Ultras Sur yang termasuk penggemar sayap kanan. Kelompok penggemar ini memiliki aliansi kemitraan yang dekat dengan kelompok pendukung S.S. Lazio yang disebut Irriducibili. Dalam beberapa kesempatan, sering kali terdapat sejumlah ucapan rasis dari kelompok pendukung ini kepada pihak pemain dari tim lawan yang kemudian membuat UEFA sempat melakukan investigasi untuk menyelidiki kasus ini.

Rivalitas
El Clásico


Dalam sebuah liga nasional di suatu negara, sering terdapat persaingan sengit antara dua tim terkuat, dan ini terutama terjadi di La Liga, di mana pertandingan antara Real Madrid dan Barcelona dikenal sebagai "Pertemuan Klasik" (El Clásico). Sejak awal kompetisi nasional dimulai, kedua klub sering dipandang sebagai pencerminan/wakil dari dua daerah berbeda di Spanyol: Catalunya dan Castilla, serta dari dua kota. Persaingan ini mencerminkan berbagai hal, termasuk ketegangan politik dan budaya antara Catalunya dan Castilla yang merupakan gambaran umum dari Perang Saudara Spanyol.[50]

Selama era kediktatoran Miguel Primo de Rivera dan terutama Francisco Franco (1939—1975), semua budaya regional ditekan. Semua bahasa daerah yang dipakai di wilayah Spanyol, kecuali bahasa Spanyol (Castilla), secara resmi dilarang.[51][52] Simbolisasi keinginan rakyat untuk kebebasan Catalunya membuat Barcelona menjadi "lebih dari sekadar klub sepak bola" (més que un club) untuk masyarakat Catalan. Menurut Manuel Vázquez Montalbán, cara terbaik untuk orang Catalan untuk menunjukkan identitas mereka adalah dengan bergabung dengan Barcelona. Hal ini lebih kecil risikonya daripada bergabung dengan gerakan anti-Franco, dan memungkinkan mereka untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka.[53]

Di sisi lain, Real Madrid secara luas dilihat sebagai perwujudan dari sentralisme berdaulat dan rezim fasis di tingkat manajemen dan di bawahnya. Santiago Bernabeu yang menjadi presiden klub merupakan seorang pejuang untuk los nacionales.[54][55] Namun, selama Perang Saudara Spanyol, anggota kedua klub seperti Josep Sunyol (Barcelona) dan Rafael Sánchez Guerra (Real Madrid) menyerah di tangan para pendukung Franco.

Selama tahun 1950, persaingan tersebut memburuk saat ada kontroversi seputar transfer Alfredo Di Stéfano, yang akhirnya bermain untuk Real Madrid dan merupakan kunci kesuksesan mereka berikutnya.[56] Pada era 1960-an, kedua klub kemudian bertemu pada Piala Champions lebih dari dua kali[57] dan pada tahun 2002, pertemuan antara klub Eropa dijuluki sebagai "Pertandingan Abad Ini" oleh media Spanyol, dan disaksikan oleh lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia.

El Derbi madrileño

Klub tetangga terdekat dari Real Madrid adalah Atletico Madrid yang juga membuat persaingan ketat antara penggemar kedua tim sepak bola dari ibu kota Madrid tersebut. Meskipun Atlético awalnya didirikan oleh tiga mahasiswa Basque pada tahun 1903, mereka kemudian berhasil mendapatkan kekuatan baru pada 1904, seiring bergabungnya para mantan pemain Real Madrid. Ketegangan lebih lanjut datang karena pendukung Real Madrid lebih banyak dari kelas menengah, sementara pendukung Atletico lebih banyak dari kelas buruh dan pekerja. Kedua klub ini kemudian bertemu untuk pertama kalinya pada 21 Februari 1929 dalam pertandingan ketiga La Liga dalam musim tersebut. Pertandingan ini sekaligus juga menandai pertandingan derbi pertama antara dua tim ini. Pada pertandingan tersebut Real Madrid berhasil menang dengan skor 2–1.[8] Dalam beberapa kesempatan selanjutnya, mereka kembali bertemu dalam ajang lain, salah satunya dalam semifinal Piala Champions tahun 1959, di mana Real yang memenangkan pertandingan pertama dengan skor 2–1 di Santiago Bernabéu dan dibalas kemenangan 1–0 Atletico di Metropolitano yang membuat pertandingan harus diulang. Dalam pertandingan ulangan itulah, Real Madrid berhasil menang dengan skor 2–1. Atletico kemudian berhasil melakukan balas dendam dengan dua kali mengalahkan Real Madrid dalam Copa del Generalísimo tahun 1960 dan 1961 saat dilatih oleh mantan pelatih Real Madrid, José Villalonga Llorente. Real Madrid telah memenangkan El Derbi madrileño sebanyak 75 kali.

Antara 1961 dan 1989, ketika Real Madrid mendominasi La Liga, hanya Atletico yang mampu mencuri kesempatan juara pada saat Real lengah. Mereka berhasil memenangkan gelar La Liga pada tahun 1966, 1970, 1973, dan 1977. Pada tahun 1965, Atletico menjadi tim pertama yang mengalahkan Real di Bernabéu dalam kurun waktu delapan tahun. Catatan Real Madrid melawan Atletico pada masa sekarang sangat menguntungkan bagi kubu Real Madrid.[59] Kemenangan mengesankan dalam derbi ini terjadi pada musim 2002—03, ketika Real Madrid merebut gelar La Liga setelah menang dengan skor 0–4 atas Atletico di Stadion Vicente Calderón.

Pemain


Tim-tim Spanyol dibatasi untuk memiliki tiga pemain tanpa kewarganegaraan Uni Eropa. Skuat berikut hanya memasukkan kewarganegaraan utama dari setiap pemain; beberapa pemain non-Eropa dalam skuat memiliki kewarganegaraan ganda dengan sebuah negara anggota Uni Eropa. Juga, para pemain dari negara-negara anggota ACP—negara-negara di Afrika, Karibia, dan Pasifik yang menandatangani Persetujuan Cotonou—tidak dihitung untuk kuota non-Uni Eropa berdasarkan Hukum Kolplak.

Skuat utama

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.

Pemain tambahan
Pemain tambahan berikut didaftarakan hanya untuk Liga Champions UEFA.

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.

Dipinjamkan

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.

Manajemen tim

Staf kepelatihan dan teknis


Staf manajerial

Per 4 Agustus 2011.

Prestasi
Real Madrid merupakan klub tersukses dalam sejarah sepak bola Spanyol menurut jumlah gelar juara yang telah mereka dapatkan,[63] dengan memenangi 31 kali gelar juara La Liga dan 9 kali juara Piala Champions/Liga Champions UEFA. Klub ini juga menerima penghargaan Klub Terbaik Abad ke-20 menurut FIFA pada 23 Desember 2000.[64] Selain itu, Madrid juga berhasil menerima FIFA Order of Merit pada tahun 2004.[65] Sebagai juara 9 kali Liga Champions, Real Madrid diperkenankan untuk mengenakan lencana kehormatan (badge of honours) pada kaus mereka ketika mereka bertanding pada pertandingan Liga Champions.

Gelar domestik
La Liga

Juara (31): 1931–32, 1932–33, 1953–54, 1954–55, 1956–57, 1957–58, 1960–61, 1961–62, 1962–63, 1963–64, 1964–65, 1966–67, 1967–68, 1968–69, 1971–72, 1974–75, 1975–76, 1977–78, 1978–79, 1979–80, 1985–86, 1986–87, 1987–88, 1988–89, 1989–90, 1994–95, 1996–97, 2000–01, 2002–03, 2006–07, 2007–08
Peringkat kedua (20): 1929, 1933–34, 1934–35, 1935–36, 1941–42, 1944–45, 1958–59, 1959–60, 1965–66, 1980–81, 1982–83, 1983–84, 1991–92, 1992–93, 1998–99, 2004–05, 2005–06, 2008–09, 2009–10, 2010–11


Copa del Rey
Juara (18): 1905, 1906, 1907, 1908, 1917, 1934, 1936, 1946, 1947, 1962, 1970, 1973–74, 1974–75, 1980, 1981–82, 1988–89, 1992–93, 2010–11
Juara kedua (19): 1903, 1916, 1918, 1924, 1929, 1930, 1933, 1940, 1943, 1958, 1960, 1961, 1968, 1978–79, 1982–83, 1989–90, 1991–92, 2001–02, 2003–04

Piala Super Spanyol
Juara (8): 1988, 1989*, 1990, 1993, 1997, 2001, 2003, 2008
Juara kedua (4): 1982, 1995, 2007, 2011
(* Memenangi Copa del Rey dan La Liga)

Copa Eva Duarte (pendahulu Piala Super Spanyol)
Juara (1): 1947

Copa de la Liga
Juara (1): 1985
Juara kedua (1): 1983

Gelar Eropa
Piala Champions/Liga Champions Eropa
Juara (9): 1955–56*, 1956–57, 1957–58, 1958–59, 1959–60, 1965–66, 1997–98, 1999–2000, 2001–02
Juara kedua (3): 1961–62, 1963–64, 1980–81
(* Juara untuk kali pertama dalam sejarah)

Piala UEFA/Liga Eropa UEFA
Juara (2): 1984–85, 1985–86

Piala Winners UEFA
Juara kedua (2): 1970–71, 1982–83

Piala Super UEFA
Juara (1): 2002
Juara kedua (2): 1998, 2000

Gelar dunia
Piala Interkontinental (pendahulu Piala Dunia Antarklub FIFA)
Juara (3): 1960, 1998, 2002
Juara kedua (2): 1966, 2000

Real Madrid dalam bisnis
Di bawah kepemimpinan pertama presiden Florentino Pérez (2000—2006), Real Madrid berkembang dan memulai ambisi untuk menjadi sebuah klub sepak bola terkaya di dunia sepak bola profesional.[76] Klub kemudian menjual tempat pelatihan mereka di kota Madrid pada tahun 2001 kepada empat perusahaan, yaitu: Repsol YPF, Mutua Automovilística de Madrid, Sacyr Vallehermoso dan OHL. Penjualan tersebut terbilang berhasil dan keuangan klub menjadi sehat seiring habisnya utang yang membebani mereka selama ini dan sekaligus pula membuka jalan untuk membeli pemain-pemain kelas dunia yang paling mahal seperti Zinedine Zidane, Luís Figo, Ronaldo dan David Beckham. Kota Madrid sebelumnya sempat merencanakan merelokasi tempat latihan klub yang kemudian membuat nilai jual tanah milik klub menjadi tinggi. Komisi Uni Eropa kemudian mengadakan penyelidikan kepada pemerintah kota Madrid terkait subsidi kepada negara yang harusnya ada dari bisnis jual beli ini.

Penjualan tanah bangunan kamp pelatihan untuk membersihkan utang Real Madrid sebesar 270 miliar Euro dan memungkinkan klub untuk memulai belanja pemain mahal sebelumnya belum pernah terjadi dalam sejarah Real. Selain itu keuntungan dari penjualan tersebut kemudian digunakan untuk membuat sebuah kamp pelatihan baru yang letaknya ada di pinggir kota. Walaupun kebijakan Pérez yang menghasilkan kesuksesan keuangan meningkat dari eksploitasi pemasaran klub yang tinggi di seluruh dunia, terutama di Asia, namun ia kerap kali dikritik karena terlalu fokus pada pemasaran tim yang akhirnya berujung pada buruknya prestasi tim.

Pada September 2007, Real Madrid dianggap sebagai klub paling berharga dalam sepak bola Eropa oleh BBDO. Pada tahun 2008, Real kemudian menjadi klub paling berharga kedua di sepak bola, dengan nilai 951 juta Euro (640 juta pound sterling / 1,2 miliar dollar),hanya kalah tipis dari Manchester United, yang bernilai 1,3 miliar Euro (900 juta pound sterling).Pada tahun 2010, Real Madrid memiliki omset tertinggi dalam bisnis sepak bola di seluruh dunia. Pada bulan September 2009, manajemen Real Madrid mengumumkan rencana untuk membuka taman publik yang akan diluncurkan di 2013.

Sebuah studi di Universitas Harvard menyimpulkan bahwa Real Madrid "adalah salah satu dari 20 merek yang paling penting dan satu-satunya di mana eksekutif perusahaan bersama para pemain terkenal. Kami memiliki beberapa tokoh yang spektakuler dalam hal untuk mendukung seluruh dunia klub. Ada adalah 287 juta orang di seluruh dunia yang diperkirakan menjadi penggemar Real Madrid."

Pada tahun 2010, penilaian Forbes menempatkan Real Madrid berada di posisi kedua klub terkaya sekitar 992 juta Euro (1.323 juta dollar AS), masih dibawah setelah Manchester United, berdasarkan angka dari musim 2008-09.[85][86] Menurut Deloitte, Real Madrid memiliki pendapatan tercatat sebesar 401 juta Euro pada periode yang sama yang membuat mereka menduduki peringkat pertama.

Bersama dengan FC Barcelona, ​​Athletic Bilbao, dan Osasuna, Real Madrid kini menjadi sebuah perusahaan terdaftar. Berbeda dengan perusahaan terbatas (PT), seseorang tidak mungkin untuk membeli saham klub tetapi hanya boleh menjadi anggota pemodal saja. Para anggota pemodal Real Madrid, disebut socios, membentuk sebuah jaringan delegasi yang merupakan badan tertinggi klub.Pada 2010 klub memiliki 60.000 socios.[90] Pada akhir musim 2009-10, dewan direksi klub menyatakan bahwa Real Madrid memiliki utang bersih sebesar 244,6 juta Euro atau sekitar 82,1 juta lebih rendah dari tahun fiskal sebelumnya.

Real Madrid dalam budaya populer

Real Madrid adalah klub yang ditampilkan dalam edisi kedua dari Goal!, sebuah film trilogi sepak bola tepatnya dalam film Goal! 2: Living the Dream... (2007). Film ini menceritakan mantan bintang Newcastle United Santiago Munez saat ia pertama kali dibina, dan kemudian ditandatangani oleh Real Madrid untuk musim 2005-06. Pencipta film ingin menekankan pada perubahan dalam kehidupan Munez setelah pindah ke Madrid. Produksi dilakukan dengan dukungan penuh dari UEFA, yang memungkinkan kru film menggunakan banyak pemain kehidupan nyata dalam peran cameo. Anggota skuad Real Madrid ditampilkan dalam film termasuk Iker Casillas, Zinedine Zidane, David Beckham, Ronaldo, Roberto Carlos, Raul, Sergio Ramos, Robinho, Thomas Gravesen, Michael Owen, Michel Salgado, Julio Baptista, Steve McManaman, Jonathan Woodgate, dan Iván Helguera. Pemain-pemain non-Real Madrid yang tampil sebagai penampilan cameo dalam film ini diantaranya Ronaldinho, Thierry Henry, Lionel Messi, Samuel Eto'o, Andres Iniesta, Pablo Aimar, Fredrik Ljungberg, Cesc Fabregas, Santiago Canizares dan lain-lain. Dalam film tersebut, muncul juga Florentino Pérez dan Alfredo Di Stéfano yang ditampilkan dalam pose gembira usai penandatanganan kontrak Munez.

Real, The Movie adalah sebuah film dokumenter yang menampilkan kegembiraan fans di seluruh dunia untuk Real Madrid. Film ini diproduksi oleh klub dan disutradarai oleh Borja Manso, dan berisi lima cerita penggemar dari lima benua berbeda tentang kecintaan mereka kepada Real Madrid. Dalam film ini juga juga berisi cuplikan nyata dari skuat Real saat itu, selama pelatihan di Ciudad Real Madrid, pertandingan, dan wawancara. Walaupun film menyebutkan semua skuat namun alur utama ceritanya lebih berfokus pada "Galacticos" seperti David Beckham, Zinedine Zidane, Raul, Luis Figo, Ronaldo, Iker Casillas, dan Roberto Carlos. Film ini awalnya diproduksi khusus untuk kawasan Spanyol, tetapi kemudian dipasarkan secara global setelah melihat antusiasme pendukung Real Madrid diseluruh dunia.

Sebuah buku berjudul White Storm: 100 years of Real Madrid ditulis oleh Phil Ball dan menjadi buku sejarah Real Madrid yang pertama dalam bahasa Inggris. Buku ini diterbitkan tahun 2002 dan isinya membahas tentang saat-saat paling sukses klub selama seratus tahun pertama. Buku ini kemudian diterjemahkan kedalam berbagai bahasa di dunia.

Bacaan lebih lanjut
Dénes, Tamás & Rochy, Zoltán (2002). Real Madrid. Aréna 2000. ISBN 963-86167-5-X.
Ball, Phil (2003 New edition). Morbo: The Story of Spanish Football. WSC Books Limited. ISBN 0-954-01346-8.
Ball, Phil (2003). White Storm: The Story of Real Madrid. Mainstream. ISBN 1-84018-763-8.
McManaman, Steve & Edworthy, Sarah (2003). El Macca: Four Years with Real Madrid. Simon & Schuster. ISBN 0-743-48920-9.
Luis Miguel González, Luis González López, Fundación Real Madrid (2002). Real Madrid: Cien años de leyenda, 1902–2002. Everest. ISBN 84-241-9215-X.

Lihat juga Real Madrid di:
Real Madrid on You Tube
Real Madrid Site
Real Madrid on Facebook
Real Madrid on Twitter
Real Madrid on EUFA site

...............................................THANK YOU.................................................................

Jumat, 18 November 2011

Phil Jones Ingin Jadi 'Tembok' MU-Inggris

Sejauh ini, penampilan Jones selalu memuaskan.

VIVAnews - Bek Manchester United (MU), Phil Jones, berambisi untuk menjadi jangkar utama pertahanan klubnya dan tim nasional Inggris.

Jones (19) musim ini telah melakoni berbagai macam posisi, baik di klub maupun skuad The Three Lions. Manajer MU, Sir Alex Ferguson, pernah memasangnya sebagai bek tengah, bek kanan, dan gelandang bertahan menyusul cederanya Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, dan Tom Cleverley.

Setali tiga uang, manajer Inggris Fabio Capello juga pernah melakukan hal yang sama. Sejauh ini, penampilan Jones selalu memuaskan. Kendati demikian, mantan pemain Blackburn Rovers itu mengaku lebih suka bermain sebagai palang pintu utama di lini belakang.

"Posisi favorit saya adalah bek tengah dan saya pikir pada akhirnya akan berakhir di posisi itu, meski saat ini karier saya terus berkembang. Mudah-mudahan saya akan mendapatkan tempat reguler di posisi itu. Namun, untuk sekarang saya cukup bahagia untuk sekadar bermain sepak bola," kata Jones seperti dilansir The Sun.

"Tapi, fleksibilitas selalu menjadi keuntungan. Hal ini memungkinkan Anda untuk bermain lebih sering. Saya tidak melihat bagaimana hal itu bisa menjadi kerugian. Posisi yang belum pernah saya mainkan hingga saat ini adalah gelandang sayap kiri, bek kiri, dan kiper."

"Kaki saya sekarang lebih cepat. Saya bisa mengontrol bola jauh lebih cepat dan semakin giat saya berlatih dengan rekan-rekan, semakin baik kemampuan saya. Saya tak sabar untuk bisa seperti itu," katanya.

Ke depan, Jones mengaku berambisi untuk menjadi pemimpin Tiga Singa. Baginya, menjadi kapten Inggris adalah suatu kehormatan yang luar biasa.

"Saya harus tetap menginjakkan kaki saya di tanah dan bermain baik untuk Manchester United. Dengan begitu, saya akan terus mendapatkan kesempatan untuk bermain bersama timnas Inggris. Dan jika bisa menjadi kapten negara saya suatu hari nanti, maka saya berpikir itu akan menjadi puncak karier saya," tutur Jones. (art)
• VIVAnews

ManCity Paling Tajam, Newcastle Paling Kokoh

Hanya dua tim ini yang belum pernah merasakan kekalahan hingga pekan ke-11 Premier League.

VIVAnews - Duel antara Manchester City kontra Newcastle United, Sabtu 19 November 2011 pantas menyandang predikat bigmatch. Sebab, hanya dua tim ini yang belum pernah merasakan kekalahan hingga pekan ke-11 Premier League.

ManCity boleh lebih mentereng dengan statusnya sebagai pemuncak sementara Premier League dengan torehan 31 poin dari 10 kemenangan dan sekali hasil imbang. Tim besutan Roberto Mancini ini berhasil unggul lima poin dari sang juara bertahan sekaligus rival sekotanya, Manchester United.

David Silva dan kawan-kawan juga menjadi tim paling produktif dengan torehan 39 gol dan hanya kemasukan 10 gol hingga saat ini. David Silva dan Samir Nasri menjadi otak permainan The Citizens dengan masing-masing enam assists.

Namun, ManCity tak boleh memandang remeh The Magpies musim ini. Tim besutan Alan Pardew mampu mengejutkan musim ini. Newcastle kini berhasil nangkring di posisi ketiga klasemen atau hanya terpaut sebiji poin dari MU. Newcastle berhasil meraih tujuh kemenangan dan empat kali imbang.

Selain itu, Newcastle seakan punya antibodi dengan status paling produktif yang dimiliki ManCity. Fabricio Coloccini dan kawan-kawan hanya kebobolan delapan gol. Dengan kata lain, lini pertahanan The Magpies saat ini masih yang terbaik.

Nah, tentu menarik untuk melihat duel tim paling produktif dan paling kokoh di Etihad Stadium, Sabtu besok. Bagi sang pemenang, selain torehan tiga poin juga akan mengukuhkan sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan. (art)
• VIVAnews